Secara umum, Hukum Biot Savart telah dijelaskan pada artikel yang lalu hukum-hukum dasar listrik,
maka artikel kali ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai Hukum Biot
Savart tersebut. Hukum ini memberikan nilai gaya yang dihasilkan
berdasarkan interaksi antara medan magnet dan arus yang mengalir pada
konduktor.
Gaya elektromagnetik diperoleh dengan:
fo = Bli sin α newton.....(1)
dengan,
B = kerapatan fluks, Wb/m^2 (T)
l = panjang konduktor, m
i = arus yang mengalir pada konduktor, A
α = sudut antara arah arus dengan arah medan magnet.
Arah gaya yang dihasilkan tegak lurus dengan arus dan medan magnet. Pada mesin listrik, medan magnet bersifat radial pada celah udara, artinya konduktor dan medan magnet tegak lurus satu sama lain dan α = 90^o.
fo = Bli newton..... (2)
Pada Gambar 1(a), B menunjukkan kerapatan fluks dari medan magnet asal. Adanya konduktor yang mengaliri arus menimbulkan medan magnet baru. Medan asal dan medan yang menggabungkan konduktor untuk menghasilkan medan baru ditunjukkan pada Gambar 1(b). Medan yang dihasilkan berubah di sekitar konduktor, kerapatan fluks yang dihasilkan menjadi besar di satu sisi dan kecil di sisi lainnya sehingga menimbulkan adanya gaya elektromagnetik dengan arah seperti yang ditunjukkan pada gambar.

Gambar 1a, 1b dan 1c.
Pada kondisi peningkatan kerapatan fluks di satu sisi sama nilainya dengan penurunan di sisi lainnya, besarnya gaya elektromagnetik diperoleh melalui Persamaan 2.
Ketika arah arus dan arah medan magnet dibalik, arah gaya yang bekerja pada konduktor juga berubah. Namun, jika arah arus dan medan magnet diubah, arah gaya yang dihasilkan tidak berubah. Gambar 1(c) menunjukkan pengaruh perubahan pengubahan arus ketika arah medan diubah. Jelas bahwa pada kondisi tersebut arah gaya berubah.

Gambar 2. atraksi dan repulsi.
Hukum Biot Savart dapat diterapkan untuk mengukur gaya antara dua arus yang mengalir pada konduktor. Gambar 2 menunjukkan arus paralel pada konduktor l dipisahkan oleh jarak D dan berada pada permeabilitas μ. Kedua arus disebut dengan I1 dan I2. pada Gambar 2(a), kedua arus mengalir dengan arah yang sama sementara pada Gambar 2(b) arus tersebut mengalir dengan arah yang berbeda. Medan magnet yang dihasilkan juga ditunjukkan. Jelas bahwa ketika konduktor mengaliri arus dengan arah yang sama, ada gaya tarik antara keduanya sementara bila arus yang mengalirinya berbeda arah terdapat gaya tolak diantara keduanya.
Nilai kerapatan fluks pada konduktor yang mengaliri arus I2 terhadap I sebesar:

Gaya elektromagnetik :
=
newton....(3)
Semoga bermanfaat,
HaGe - http://dunia-listrik.blogspot.com
Gaya elektromagnetik diperoleh dengan:
fo = Bli sin α newton.....(1)
dengan,
B = kerapatan fluks, Wb/m^2 (T)
l = panjang konduktor, m
i = arus yang mengalir pada konduktor, A
α = sudut antara arah arus dengan arah medan magnet.
Arah gaya yang dihasilkan tegak lurus dengan arus dan medan magnet. Pada mesin listrik, medan magnet bersifat radial pada celah udara, artinya konduktor dan medan magnet tegak lurus satu sama lain dan α = 90^o.
fo = Bli newton..... (2)
Pada Gambar 1(a), B menunjukkan kerapatan fluks dari medan magnet asal. Adanya konduktor yang mengaliri arus menimbulkan medan magnet baru. Medan asal dan medan yang menggabungkan konduktor untuk menghasilkan medan baru ditunjukkan pada Gambar 1(b). Medan yang dihasilkan berubah di sekitar konduktor, kerapatan fluks yang dihasilkan menjadi besar di satu sisi dan kecil di sisi lainnya sehingga menimbulkan adanya gaya elektromagnetik dengan arah seperti yang ditunjukkan pada gambar.

Gambar 1a, 1b dan 1c.
Pada kondisi peningkatan kerapatan fluks di satu sisi sama nilainya dengan penurunan di sisi lainnya, besarnya gaya elektromagnetik diperoleh melalui Persamaan 2.
Ketika arah arus dan arah medan magnet dibalik, arah gaya yang bekerja pada konduktor juga berubah. Namun, jika arah arus dan medan magnet diubah, arah gaya yang dihasilkan tidak berubah. Gambar 1(c) menunjukkan pengaruh perubahan pengubahan arus ketika arah medan diubah. Jelas bahwa pada kondisi tersebut arah gaya berubah.

Gambar 2. atraksi dan repulsi.
Hukum Biot Savart dapat diterapkan untuk mengukur gaya antara dua arus yang mengalir pada konduktor. Gambar 2 menunjukkan arus paralel pada konduktor l dipisahkan oleh jarak D dan berada pada permeabilitas μ. Kedua arus disebut dengan I1 dan I2. pada Gambar 2(a), kedua arus mengalir dengan arah yang sama sementara pada Gambar 2(b) arus tersebut mengalir dengan arah yang berbeda. Medan magnet yang dihasilkan juga ditunjukkan. Jelas bahwa ketika konduktor mengaliri arus dengan arah yang sama, ada gaya tarik antara keduanya sementara bila arus yang mengalirinya berbeda arah terdapat gaya tolak diantara keduanya.
Nilai kerapatan fluks pada konduktor yang mengaliri arus I2 terhadap I sebesar:

Gaya elektromagnetik :
=
newton....(3)Semoga bermanfaat,
HaGe - http://dunia-listrik.blogspot.com
0 komentar:
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga bermanfaat.Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia Listrik"
Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan dengan mendaftarkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail".
HUKUM BIOT SAVART
v Medan madnet disekitar kawat berarus
Sebuah kawat apabila dialiri oleh arus listrik akan menghasilkan medan
magnet yang garis-garis gayanya berupa lingkaran-lingkaran yang berada
di sekitar kawat tersebut. Arah dari garis-garis gaya magnet ditentukan
dengan kaidah tangan kanan (apabila kita menggenggam tangan kanan ibu
jari sebagai arah arus listrik sedang keempat jari yang lain merupakan
arah medan magnet)
(Hk. Oersteid)
Keterangan :
Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik
disebut induksi magnet (B).
Besar Induksi maget (B) oleh Biot dan Savart dinyatakan :
Berbanding lurus dengan arus listrik (I)
Berbanding lurus dengan panjang elemen kawat penghantar (â„“)
Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen
kawat penghantar
Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis
penghubung titik itu ke elemen kawat penghantar
Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat
berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang
medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah:
Keterangan:
dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T )
k =
μo = permeabilitas ruang hampa =
i = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
dl = perubahan elemen panjang dalam meter (m)
θ = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik yang
ditentukan besar medan
magnetiknya
r = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m)
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus
Besarnya medan Magnet disekitar kawat lurus panjang berarus listrik.
Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan
terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan
magnetnya, semakin jauh jaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan
magnetnya.
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat
medan magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa =
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
Arah medan magnet menggunakan aturan tangan kanan.
Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik
dipengaruhi oleh beberapa medan magnet maka di dalam perhitungannya
menggunakan operasi vektor.
Berikut ditampilkan beberapa gambar yang menunnjukkan arah arus dan arah
medan magnet.
Arah medan magnet didaerah titik P ( diatas kawat berarus listrik )
menembus bidang menjauhi pengamat sedang didaerah titik Q dibawah kawat
berarus listrik menembus bidang mendekati pengamat.
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik
dapat ditentukan dengan rumus :
Keterangan:
BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla (
T)
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
θ = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada
lingkaran kawat dalam derajad (°)
x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
dimana Besarnya medan magnet di pusat
kawat melingkar dapat dihitung
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa = 4п . 10 -7 Wb/amp. m
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
= jari-jari lingkaran yang dibuat Arah ditentukan dengan
kaidah tangan kanan
Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri
arus listrik
Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah
tertentu maka disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet dengan
arah tertentu. Arah medan magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan
kanan.
Dengan aturan sebagai berikut:
Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan
arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus
listrik.
v Medan Magnet pada Solenoida
Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan ,
apabila dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
HUKUM BIOT SAVART
v Medan madnet disekitar kawat berarus
Sebuah kawat apabila dialiri oleh arus listrik akan menghasilkan medan
magnet yang garis-garis gayanya berupa lingkaran-lingkaran yang berada
di sekitar kawat tersebut. Arah dari garis-garis gaya magnet ditentukan
dengan kaidah tangan kanan (apabila kita menggenggam tangan kanan ibu
jari sebagai arah arus listrik sedang keempat jari yang lain merupakan
arah medan magnet)
(Hk. Oersteid)
Keterangan :
Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik
disebut induksi magnet (B).
Besar Induksi maget (B) oleh Biot dan Savart dinyatakan :
Berbanding lurus dengan arus listrik (I)
Berbanding lurus dengan panjang elemen kawat penghantar (â„“)
Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen
kawat penghantar
Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis
penghubung titik itu ke elemen kawat penghantar
Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat
berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang
medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah:
Keterangan:
dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T )
k =
μo = permeabilitas ruang hampa =
i = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
dl = perubahan elemen panjang dalam meter (m)
θ = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik yang
ditentukan besar medan
magnetiknya
r = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m)
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus
Besarnya medan Magnet disekitar kawat lurus panjang berarus listrik.
Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan
terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan
magnetnya, semakin jauh jaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan
magnetnya.
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat
medan magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa =
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
Arah medan magnet menggunakan aturan tangan kanan.
Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik
dipengaruhi oleh beberapa medan magnet maka di dalam perhitungannya
menggunakan operasi vektor.
Berikut ditampilkan beberapa gambar yang menunnjukkan arah arus dan arah
medan magnet.
Arah medan magnet didaerah titik P ( diatas kawat berarus listrik )
menembus bidang menjauhi pengamat sedang didaerah titik Q dibawah kawat
berarus listrik menembus bidang mendekati pengamat.
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik
dapat ditentukan dengan rumus :
Keterangan:
BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla (
T)
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
θ = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada
lingkaran kawat dalam derajad (°)
x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
dimana Besarnya medan magnet di pusat
kawat melingkar dapat dihitung
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa = 4п . 10 -7 Wb/amp. m
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
= jari-jari lingkaran yang dibuat Arah ditentukan dengan
kaidah tangan kanan
Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri
arus listrik
Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah
tertentu maka disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet dengan
arah tertentu. Arah medan magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan
kanan.
Dengan aturan sebagai berikut:
Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan
arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus
listrik.
v Medan Magnet pada Solenoida
Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan ,
apabila dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang.
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
HUKUM BIOT SAVART
v Medan madnet disekitar kawat berarus
Sebuah kawat apabila dialiri oleh arus listrik akan menghasilkan medan
magnet yang garis-garis gayanya berupa lingkaran-lingkaran yang berada
di sekitar kawat tersebut. Arah dari garis-garis gaya magnet ditentukan
dengan kaidah tangan kanan (apabila kita menggenggam tangan kanan ibu
jari sebagai arah arus listrik sedang keempat jari yang lain merupakan
arah medan magnet)
(Hk. Oersteid)
Keterangan :
Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik
disebut induksi magnet (B).
Besar Induksi maget (B) oleh Biot dan Savart dinyatakan :
Berbanding lurus dengan arus listrik (I)
Berbanding lurus dengan panjang elemen kawat penghantar (â„“)
Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen
kawat penghantar
Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis
penghubung titik itu ke elemen kawat penghantar
Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat
berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang
medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah:
Keterangan:
dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T )
k =
μo = permeabilitas ruang hampa =
i = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
dl = perubahan elemen panjang dalam meter (m)
θ = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik yang
ditentukan besar medan
magnetiknya
r = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m)
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus
Besarnya medan Magnet disekitar kawat lurus panjang berarus listrik.
Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan
terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan
magnetnya, semakin jauh jaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan
magnetnya.
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat
medan magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa =
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
Arah medan magnet menggunakan aturan tangan kanan.
Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik
dipengaruhi oleh beberapa medan magnet maka di dalam perhitungannya
menggunakan operasi vektor.
Berikut ditampilkan beberapa gambar yang menunnjukkan arah arus dan arah
medan magnet.
Arah medan magnet didaerah titik P ( diatas kawat berarus listrik )
menembus bidang menjauhi pengamat sedang didaerah titik Q dibawah kawat
berarus listrik menembus bidang mendekati pengamat.
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik
dapat ditentukan dengan rumus :
Keterangan:
BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla (
T)
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
θ = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada
lingkaran kawat dalam derajad (°)
x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
dimana Besarnya medan magnet di pusat
kawat melingkar dapat dihitung
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa = 4п . 10 -7 Wb/amp. m
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
= jari-jari lingkaran yang dibuat Arah ditentukan dengan
kaidah tangan kanan
Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri
arus listrik
Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah
tertentu maka disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet dengan
arah tertentu. Arah medan magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan
kanan.
Dengan aturan sebagai berikut:
Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan
arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus
listrik.
v Medan Magnet pada Solenoida
Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan ,
apabila dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang.
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
HUKUM BIOT SAVART
v Medan madnet disekitar kawat berarus
Sebuah kawat apabila dialiri oleh arus listrik akan menghasilkan medan
magnet yang garis-garis gayanya berupa lingkaran-lingkaran yang berada
di sekitar kawat tersebut. Arah dari garis-garis gaya magnet ditentukan
dengan kaidah tangan kanan (apabila kita menggenggam tangan kanan ibu
jari sebagai arah arus listrik sedang keempat jari yang lain merupakan
arah medan magnet)
(Hk. Oersteid)
Keterangan :
Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik
disebut induksi magnet (B).
Besar Induksi maget (B) oleh Biot dan Savart dinyatakan :
Berbanding lurus dengan arus listrik (I)
Berbanding lurus dengan panjang elemen kawat penghantar (â„“)
Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen
kawat penghantar
Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis
penghubung titik itu ke elemen kawat penghantar
Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat
berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang
medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah:
Keterangan:
dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T )
k =
μo = permeabilitas ruang hampa =
i = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
dl = perubahan elemen panjang dalam meter (m)
θ = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik yang
ditentukan besar medan
magnetiknya
r = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m)
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus
Besarnya medan Magnet disekitar kawat lurus panjang berarus listrik.
Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan
terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan
magnetnya, semakin jauh jaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan
magnetnya.
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat
medan magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa =
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
Arah medan magnet menggunakan aturan tangan kanan.
Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik
dipengaruhi oleh beberapa medan magnet maka di dalam perhitungannya
menggunakan operasi vektor.
Berikut ditampilkan beberapa gambar yang menunnjukkan arah arus dan arah
medan magnet.
Arah medan magnet didaerah titik P ( diatas kawat berarus listrik )
menembus bidang menjauhi pengamat sedang didaerah titik Q dibawah kawat
berarus listrik menembus bidang mendekati pengamat.
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik
dapat ditentukan dengan rumus :
Keterangan:
BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla (
T)
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
θ = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada
lingkaran kawat dalam derajad (°)
x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
dimana Besarnya medan magnet di pusat
kawat melingkar dapat dihitung
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa = 4п . 10 -7 Wb/amp. m
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
= jari-jari lingkaran yang dibuat Arah ditentukan dengan
kaidah tangan kanan
Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri
arus listrik
Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah
tertentu maka disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet dengan
arah tertentu. Arah medan magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan
kanan.
Dengan aturan sebagai berikut:
Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan
arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus
listrik.
v Medan Magnet pada Solenoida
Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan ,
apabila dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang.
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win





